Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. ~ Ernest Newman

15 September 2011

Home Care Mandiri


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia, hal ini tercermin dari banyaknya jumlah penderita yang datang ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan, mereka datang dari berbagai golongan yang berbeda, mulai dari golongan ekonomi kelas tingi hingga ekonomi kelas bawah.
Sebagaimana pencanangan “ Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan” pada 1 Maret 1999 oleh presiden RI, yang salah satu strateginya adalah “Pembangunan Kesehatan Nasional Menuju Indonesia Sehat Tahun 2010” dan diperkuat oleh perubahan amandemen UUD 1945, tap MPR No.3 th 2000 dan Tap MPR No. VI th 2002, membuktikan kuatnya kepedulian pemerintah akan arti pentingnya sebuah bangsa yang sehat.
Dengan banyaknya pelayanan kesehatan saat ini menyebabkan berbagai pelayanan memberikan service yang lebih memuaskan pelanggan, hal ini menyebabkan tingginya tarif rumah sakit yang tidak mampu ditanggung oleh masyarakat biasa.
Tingginya jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dan kurangnya perawatan yang diberikan pada rumah sakit menyebabkan LOS (leng of stay/lama tinggal di rumah sakit) menjadi semakin panjang sehingga banyak diantara penderita/keluarga merasa keberatan dengan biaya yang harus dibayar untuk biaya perawatan. Hal ini terjadi hampir disemua bangsal perawatan.
Oleh karena itu, sehubungan dengan visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia yaitu memandirikan masyarakat untuk hidup sehat dengan misi membuat rakyat sehat, maka berbagai program kesehatan telah dikembangkan termasuk pelayanan kesehatan di rumah.
Menurut Depkes RI (2002) mendefinisikan bahwa home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu, keluarga, di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan meminimalkan kecacadan akibat dari penyakit.
Layanan diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir, oleh pemberi layanan melalui staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama.
Salah satu tujuan dari pelayanan keperawatan professional adalah memberikan pelayanan keperawatan yang holistic (menyeluruh ) bio, psiko, sosio, dan cultural kepada individu, kelompok dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dasarnya. Pelayanan yang bersifat holistic ini akan lebih lengkap dengan pemberian pelayanan keperawatan lanjutan dirumah atau lebih dikenal dengan home health care.











1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang penulis angkat adalah :
1.      Pengertian home care di rumah sakit pemerintah dan swasta.
2.      Kendala / masalah yang sering ditemui dalam menjalankan home care di rumah sakit pemerintah dan swasta.
3.      PeRSyaratan pendirian home care berbasis rumah sakit pemerintah dan swasta.
4.      Keuntungan / manfaat adanya home care di rumah sakit pemerintah dan swasta.
5.      Perbedaan home care di rumah sakit dengan home care mandiri.

1.3         Tujuan Umum
Tujuan umum dari makalah ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang home care di rumah sakit pemerintah dan swasta

1.4.       Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui pengertian home care di rumah sakit pemerintah dan swasta
2.      Untuk mengetahui kendala / masalah yang sering ditemui dalam  menjalankan home care di rumah sakit pemerintah dan swasta
3.      Untuk mengetahui persyaratan pendirian dari home care rumah sakit pemerintah dan swasta
4.      Untuk mengetahui keuntungan/manfaat adanya home care dirumah sakit pemerintah dan swasta
5.      Untuk mengetahui perbedaan antara home care di rumah sakit dengan home care mandiri
1.5.       Metode
Metode yang digunakan dalm pembuatan makalah ini adalah dengan metode penelusuran yang penulis lakukan melalui media internet dari situs-situs yang dapat dipercaya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.          Pengertian Home Care
Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga, direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (Warhola C, 1980).
Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula, dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah.
Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan kesehatan di rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah:
·         Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya,
·         Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan,
·         Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional, di bidang kesehatan maupun non kesehatan (Depkes, 2002).
Ada beberapa jenis institusi yang dapat memberikan pelayanan home care antara lain:
1.      Institusi pemerintah. Di Indonesia pelayanan home care yang telah lama berlangsung  adalah dalam bentuk perawatan kasus/keluarga resiko tinggi (baik ibu, bayi, balita maupun lansia) yang dilaksanakan oleh tenaga keperawatan puskesmas (digaji oleh pemerintah). Klien yang dilayani oleh puskesmas biasanya adalah kalangan menengah ke bawah. Di Amerika hal ini dilakukan oleh visiting nurse.
2.      Institusi sosial yang melaksanakan pelayanan home care dengan sukarela dan tidak memungut biaya. Biasanya dilakukan oleh LSM atau organisasi keagamaan dengan penyandang dananya dari donatur, misalnya bala keselamatan yang melakukan kunjungan rumah kepada keluarga yang membutuhkan sebagai wujud pengabdian pada Tuhan.
3.      Institusi swasta dalam bentuk praktik mandiri baik perorangan maupun kelompok yang menyelenggarakan pelayanan home care dengan menerima imbalan jasa baik secara langsung dari klien maupun pembayaran melalui pihak ketiga (asuransi). Sebagaimana layaknya layanan kesehtan swasta tentu tidak berorientasi not for profit services.
4.      Hospital home care. Merupakan perawatan lanjutan pada klien yang telah dirawat di rumah sakit, karena keluarga masih memerlukan bantuan layanan keperawatan, maka dilanjutkan di rumah.

2.2.          Kendala / Masalah yang Sering Ditemui
Menurut Ficks. W.J (1993) ada beberapa kendala/hambatan dalam mencapai sukses dalam pengelolaan HHC ( Hospital Home care), yaitu dilihat dari aspek internal dan eksternal.
1.      Hambatan dari faktor internal terdiri dari product life cycle, wage and benefits, administrivia, dan hospital large-scale mind-set.
2.      Hambatan eksternal menyangkut sistem pembayaran yang tidak lancar, meliputi reimbusment changes, prospective payment dan case management yang tidak hati-hati.
Untuk menanggulangi hambatan faktor internal dan eksternal HHC tersebut maka strategi pengelolaan HHC ( Hospital Home care) menurut Lerman and Linne,(1993) diarahkan kepada :
1.      Menetapkan strategi MIA ( Mission, Innovation, and Autonomy) untuk mengatasi hambatan internal

a.      M =Mission
Antara agen/unit home care dan rumah sakit harus saling bersinergi dan mempunyai kesamaan pandangan dalam hal :
·         Meningkatkan kunjungan klien, dimana bersama-sama berusaha secara aktif dan proaktif, sehingga akan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan dalam pelayanan program HHC sehingga akan berdampak pada peningkatan kunjungan ke rumah sakit (klien rawat jalan)
·         Penghematan biaya; HHC didesain untuk memaksimalkan penghematan biaya rumah sakit dengan menurunkan Lenght of stay (LOS).

b.      I =Innovation
Agensi/unit Hospital-Based Home care harus dapat mendorong menciptakan inovasi-inovasi terbaru berkaitan dengan pemasaran dan pelayanan. Dalam konteks ini rumah sakit harus mendukung kegiatan HHC tersebut dengan memberikan dampak yang positif dan memadai. Ada dua prinsip yang harus dipegang untuk mengembangkan hal tersebut adalah :
·         Jika rumah sakit memiliki program inovasi yang dapat diimplementasikan tanpa mengganggu operasional HHC, maka sebaiknya unit HHC mengadaptasi program rumah sakit tersebut
·         Dan sebaliknya jika agensi/unit HHC memiliki proses dan sistem inovasi sendiri dan tidak mengganggu sistem rumah sakit, maka rumah sakit sebaiknya mengadaptasi sistem HHC tersebut.

c.       A = Autonomy
Karena dalam mengembangkan program HHC mengandung unsur bisnis (profit oriented), maka sebaiknya pengelola HHC diberi otonomi dalam mengembangkan tehnik-tehnik euntrepreneurship (kewirausahaan), oleh karena itu sebaiknya yang menjadi administratur HHC adalah seorang euntrepreneur. Dengan demikian akan mampu mengingkatkan penampilan HHC yang profesional.
2.      Untuk mengatasi hambatan eksternal, direkomendarisakan 4 hal yang perlu diperhatikan :
a.      Administrator harus memastikan semua informasi yang dibutuhkan oleh staff dan tersedia dengan lengkap, meliputi akunting, laporan pelayanan,dan monitor produktifitas pelayanan.
b.      Untuk meningkatkan efisiensi operasional HHC, maka pengelola HHC harus mampu mengembangkn sistem pembiayaan yang efektif dan efisien (dihitung berdasarkan unit cost/kunjungan)
c.       Program HHC harus mampu menciptakan sistem referal (rujukan) sebagai upaya mengembangkan net-working yang mendukung peningkatan kunjungan ke HHC.
d.      Kunci sukses yang paling penting adalah menciptakan service/pelayanan yang berorientasi pada customers/pelanggan. Oleh karena orientasi kalkulasi bisnis harus berubah dari :
Keuntungan (profit) = Revenue – Biaya (cost)
Menjadi :
Long term profit (dari cutomer yang puas) - Biaya = Profit plus

2.3.          Persyaratan Pendirian Home care
1)      Fase Persiapan
Struktur organisasi, yang didalamnya ada pimpinan home care, manager administrasi, manager pelayanan, koordinator kasus dan pelaksana pelayanan.
2)      Perizinan
Berbadan hukum yang ditetapkan dalam akte notaris. Mengajukan ijin usaha home care kepada Dinas kesehatan Kabupaten/Kota setempat dengan melampirkan :
·         Rekomendasi dari PPNI
·         Ijin lokasi bangunan
·         Ijin lingkungan
·         Ijin usaha
·         Persyaratan tata ruang bangunan meliputi :
ü  ruang direktur
ü  ruang menajemen pely
ü  gudang sarana dan peralatan
ü  sarana komunikasi
ü  sarana transportasi
·         Ijin persyaratan tenaga meliputi ijin praktek profesi dan sertifikasi home care
·         Daftar tarif dibuat berdasarkan dengan memperhatikan standar harga di wilayah tempat berdirinya home care dengan memperhatikan golongan ekonomi lemah
·         Sarana dan Prasarana, meliputi set alat yang sering dipakai seperti perawatan luka, perawatan bayi, nebulizier, aksigen, suction dan juga peralatan komputer dan perlengkapan kantor.
·         Format askep, meliputi format register, pengkajian, tindakan, rekap alat/bahan yang terpakai, evaluasi dari perawat ataupun dari pasien/keluarga.
·         Form informed consent, meliputi persetujuan tindakan dari pasien dan keluarga, persetujuan pembiayaan dan keikutsertaaan dalam perawatan.
·         Surat Perjanjian kerjasama antara profesi lain seperti misalnya fisioterapi, dokter, laboratorium, radiologi dan juga dinas sosial.
·         Transportasi terutama untuk perawat home care dan juga transportasi pasien bila sewaktu-waktu perlu rujukan ke rumah sakit atau tempat pelayanan lainnya.
·         Sistem gaji/upah personil home care. Sistem ini harus lebih berorientasi pada kepentingan perawat pelaksana bukan keuntungan manajemen semata. Sistem penggajian bisa dalam bentuk bulanan atau dibuat dalam setiap kali selesai merawat pasien.
3)      Fase Implementasi
Case manager menugaskan surveyor untuk melakukan pengkajian kebutuhan klien dan perawat pelaksana untuk merawat klien. Hasil pengkajian awal sebagai referensi untuk merencanakan kebutuhan klien selanjutnya dan dibuat kesepakatan dengan keluarga (waktu, biaya dan sistem perawatan yg dipilih). Surveyor memantau pelaksanaan pelayanan keperawatan oleh perawat pelaksana.
4)      Fase Terminasi
Perawat menyelesaikan tugas sesuai kontrak yg disepakati surveyor menyerahkan rekap peralatan dan biaya selama perawatan. Kolektor melakukan kunjungan ke keluarga untuk penyelesaian administrasi.
5)      Fase Pasca Kunjungan
Evaluasi pelayanan home care pada pasien/keluarga dengan:
·         Angket
·         Pertelepon
·         lewat email
·         Kunjungan mengenai : pelayanan perawatan, komunikasi, sarana, dll

2.4.       Keuntungan / Manfaat Home care
Manfaat yang dapat di peroleh secara umum dari kegiatan home care antara lain :
·         Meningkatkan upaya promotof, preventif, kuratif dan rehabilitative
·         Mengurangi frekuensi hospitalisasi
·         Efisiensi waktu, biaya, tenaga dan pikiran
Manfaat home care yang berbasis rumah sakit:
·         Akses langsung kepada dokter yang merujuk dan menangani pasien serta potensial pasien mudah dilakukan.
·         Daya dukung finansial dari suatu organisasi besar tersedia untuk membantu mengatasi masalah temporer Cash – flow  pada fase awal.
·         Kemudahan / keuntungan dalam menjamin managed care melalui proses  kolaborasi dan integrasi pelayanan.
·         Kebutuhan pasien akan pelayanan secara komprehensif dapat dipenuhi.
·         Kesinambungan  asuhan dan adanya kontrol internal terhadap biaya, kualitas dan akses pelayanan.
·         Length of Stay  akan ter-manage   secara lebih efektif.
·         Ada  peluang untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit

2.5.          Perbedaan Home care Rumah Sakit Dengan Home care Mandiri
a.      Institusi Pemerintah
Di Indonesia pelayanan Home care yang telah lama berlangsung dilakukan adalah dalam bentuk perawatan kasus/keluarga resiko tinggi (baik ibu, bayi, balita maupun lansia) yang akan dilaksanakan oleh tenaga keperawatan puskesmas (digaji oleh pemerintah). Klien yang dilayani oleh puskesmas biasanya adalah kalangan menengah ke bawah.
b.      Institusi Swasta
Institusi ini melaksanakan pelayanan Home care dalam bentuk praktik mandiri baik perorangan maupun kelompok yang menyelenggarakan pelayanan home care dengan menerima imbalan jasa baik secara langsung dari klien maupun pembayaran melalui pihak ke tiga (asuransi).Sebagaimana layaknya layanan kesehatan swasta, tentu tidak berorientasi “not for profit service
c.       Home care mandiri
Menurut konsorsium Ilmu-ilmu Kesehatan (1992) praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional / ners melalui kerjasama yang bersifat kolaboratif baik dengan klien maupun tenaga kesehatan lain dalam upaya memberikan asuhan keperawatan yang holistic sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk praktik keperawatan individu dan berkelompok. Sementara praktik keperawatan profesional adalah tindakan mandiri perawat professional dengan menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh mencakup ilmu dasar dan ilmu keperawatan sebagai landasan dan menggunakan proses keperawatan sebagai pendekatan dalam melakukan asuhan keperawatan (pokja keperwatan CHS,2002).
Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko- soiso- spiritual yang komprehensif, di tujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencagkup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan yang di berikan berupa bantuan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan dan kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri.
Praktik keperawatan sudah di atur dalam surat keputusan Menteri Kesehatan No.1239 tentang registrasi dan praktik keperawatan yang mengatur hak, kewajiban, dan kewajiban perawat, tindakan-tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam menjalankan praktiknya, dan persyaratan praktik keperawatan dan mekanisme pembinaan dan pengawasan. Sekarang rancangan undang-undang tentang praktik keperawatan sudah di usulkan ke DPR untuk Mendapatkan pengesahan.


















BAB III
PENUTUP


3.1.       Kesimpulan
Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa, home care merupakan  bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi
      Institusi home care dibedakan menjadi dua. Pertama adalah hospital home care yang dikelola oleh rumah sakit dan kebanyakan pasien yang dilayani adalah pasien pasca rawat di rumah sakit tersebut. Kedua adalah home care swasta (agency) yang dikelola oleh swasta atau suatu agency dan didirikan oleh yayasan atau lembaga lain yang sudah disyahkan dengan akta notaris.Keduanya merupakan bentuk pelayanan kesehatan masa depan karena dengan home care, pasien dapat dirawat dirumahnya sendiri dengan ditemani oleh anggota keluarga yang lain sehingga kecemasan pasien dapat diminimalkan. Perawatan di rumah selain dapat mengurangi kecemasan juga dapat menghemat biaya dari beberapa segi misal biaya kamar, biaya transpor dan biaya lain-lain yang terkait dengan penjaga yang sakit.Tetapi perlu diingat bahwa pasien yang dapat layananhome care adalah pasien yang secara medis dinyatakan aman untuk dirawat di rumah dengan kondisi rumah yang memadai.
3.2.       Saran
  • Bagi perawat
            Perawat yang menjalankan perawatan home care hendaknya sudah memiliki SIP, harus kompeten dalam bidangnya, bertanggung jawab terhadap tugasnya.
  • Bagi pasien dan keluarga
Hendaknya pasien dan keluarga dapat bersifat terbuka terhadap perawat home care, mengikuti anjuran dari perawat, membantu dalam proses tindakan keperawatan, dan dapat bersifat kooperatif dalam menerima informasi dari perawat.



























DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar